• Home
  • Pariwara
  • Tanah Surga...Katanya: Hidup Diantara Kebanggan dan Kepedihan

Tanah Surga...Katanya: Hidup Diantara Kebanggan dan Kepedihan

Sabtu, 03 Nov 2012 22:07

Dari Empat film lebaran yang dirilis, Tanah Surga...Katanya adalah satu film yang mengambil tema nasionalisme. Menyambut kemerdekaan Republik ini yang ke-67, film produksi Citra Sinema menyoroti kehidupan masyarakat di perbatasan Indonesia dan Malaysia di Kalimantan.
 
Kisah Tanah Surga...Katanya bermula saat Hasyim (Fuad Idris) yang merupakan seorang mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965 hidup penuh dengan kebanggaan pada Merah Putih. Bersama dua cucunya Salman (Osa Aji Santoso) dan Salina (Tissa Biani Azzahra), hidup dalam ketimpangan ekonomi antara daerah dan pusat.
 
Drama bermula saat Haris (Enece Bagus) yang menjadi satu-satu anak Hasyim mengajak bapaknya itu dan kedua anak nya ke Malaysia. Karena di negeri Jiran itu, kehidupan Haris sudah mapan dan memiliki sebuah kedai makanan. Namun Hasyim menolak karena kecintaannya pada Sang Pertiwi.
 
Hasyim pun tetap pada pendiriannya untuk tinggal di Indonesia, bersama cucunya Salman, Hasyim menceritakan bagaimana kegagahan dirinya saat berjuang demi bangsa tercintanya. Sementara Salina, mengikuti sang Ayah ke Malaysia.
 
Kisah Tanah Surga...Katanya benar-benar memberikan gambaran bagaimana ketimpangan pembangunan terlihat di pelosok Kalimantan. Tidak hanya dengan pusat (Jakarta-Red) dengan daerah di perbatasan Malaysia pun, jurang perbedaan ekonomi jelas terlihat.
 
Penggambaran itu bisa dilihat saat Astuti (Astri Nurdin) yang mengajar sebagai guru di satu-satunya sekolah di desa yang tidak layak dan jalanan yang sangat rusak. Untuk belajar pun, satu ruangan dibelah menjadi dua bagian. Sementara di Malaysia hal itu digambarkan dengan jalan yang beraspal. Melihat adegan ini sangatlah miris, jika melihat apa yang ada dan tersedia di Jakarta. 
 
Namun tidak hanya ketimpangan ekonomi saja yang disampaikan film ini, sesuai tema film, rasa nasionalisme kita akan diguncang saat melihat kain berwarna Merah dan Putih hanya dijadikan alas jualan oleh pedagang. Dan bagaimana perjuangan Salman yang akhirnya bisa mendapatkan kain tersebut. Tidak hanya itu, masih banyak penggambaran yang dipastikan akan memancing emosi Anda.
 
Tema lagu 'Kolam Susu' oleh Koes Plus yang dijadikan sebagai original soundtrack film, seolah-olah seperti menyindir apa yang terjadi di perbatasan. Film hasil garapan Herwin Novianto itu dipastikan akan menguras rasa nasionalisme Anda, dan mengetahui betapa sulitnya kehidupan masyarakat dan saudara-saudara kita di pelosok dan perbatasan.
 
Kisah Tanah Surga...Katanya mulai meramaikan layar bioskop pada 15 Agustus 2012.
T#g:
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2018 xnewss.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

Karir

RSS

Kontak