Notice: Use of undefined constant kat - assumed 'kat' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 695

    Notice: Use of undefined constant title - assumed 'title' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 699

    Notice: Use of undefined constant alias - assumed 'alias' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 703

    Notice: Use of undefined constant Kategori - assumed 'Kategori' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 703

    Notice: Use of undefined constant Judul - assumed 'Judul' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 703
  • Home
  • Nasional
  • Berbeda Hasil Rapat dengan Pemko Terkait Shalat Ied, Ketua MUI : Kita Kembalikan Kepada Umat

Berbeda Hasil Rapat dengan Pemko Terkait Shalat Ied, Ketua MUI : Kita Kembalikan Kepada Umat

redaksi
Kamis, 21 Mei 2020 14:59
Sar
Walikota Dumai saat melaksanakan sholat Idul Fitri di Bukit Gelanggang pada tahun 2019.
Xnewss.com, Dumai - Menjelang perayaan hari kemenangan (Idul Fitri) setelah hampir sebulan berpuasa di bulan Ramadhan, nyatanya masih menimbulkan pertanyaan ditengah masyarakat dalam menyikapi dan merayakan hari kemenangan tahun 2020 Masehi bersamaan tahun 1441 Hijriah tersebut.

Perayaan Idul firti tahun ini sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya, pasalnya saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19. Bahkan, dengan masuknya Dumai kedalam Zona Merah, tentunya akan beda pula teknis perayaan Idul fitri terlebih saat ini Kota Dumai, sedang melaksanakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Ketua Majalis ulama indonasia (MUI), Kota Dumai, Dzakariah‎ mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melakukan berbagai rangkaian rapat dan musyawarah terkait pelaksanaan hari raya idul fitri termasuk solat Idul fitri. 

"Kita sudah melakukan rapat dan musyawarah bersama pengurus dan organisasi Islam lainya. Dimana hasil rapat tersebut, sepakat bahwa pelaksanaan sholat idul fitri boleh dilaksanakan di Mesjid dan lapangan, dengan syarat mematuhi protokol kesehatan dan selalu menjaga jarak", katanya, Kamis (21/05/2020). 

‎Ia menambahakan, bukan hanya rapat bersama  sejumlah organisasi masyarakat Islam, pihaknya juga melakukan rapat bersama Pemerintah Kota Dumai, bahkan bersama Walikota Dumai, Zulkifli As. 

Diakuinya, sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam memutuskan pelaksanaan salat Ied ditengah wabah COVID-19, pihaknya juga sudah memberikan draf hasil rapat MUI dan ormas islam lainnya.

"Terkait hasil rapat yang berbeda dengan surat edaran Walikota Dumai terkait panduan pelaksanaan shalat idul Fitri, saya kembalikan lagi ke Umat, bagaimana menilainya, yang jelas MUI telah berusha melakukan yang terbaik berdasarkan rapat dan musyawarah", sebutnya

Diakuinya, berdasarkan hasil rapat MUI dan ormas Islam,  pelaksanaan Sholat Ied diperbolehkan dilaksanakan di masjid dan lapangan, namun pengurus dan jamaah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat, antara lain, jamaah wajib membawa sajadah sendiri, wajib memakai masker dan akan diawasi oleh petugas ditunjuk, sebelum masuk masjid cuci tangan dan berwudhu.

Kemudian, tambahnya, jika ada jamaah yang sakit, demam dan batuk pilek serta memiliki riwayat penyakit menular diminta untuk tidak salat di masjid atau mushola. Aturan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 ini harus disampaikan kepada jamaah sebelum salat dimulai.

"Jika jamaah tidak bawa sajadah dan tidak memakai masker maka tidak diijinkan sholat di masjid dan mushola, karena kita tetap mengedepankan pencegahan penularan COVID-19. Selanjutnya, pelaksanaan khutbah Idul Fitri tidak boleh lebih dari 30 menit, dan cukup disingkat padat selama 15 menit saja", terangnya.

Sementara, Pemko Dumai telah mengeluarkan  surat edaran walikota Dumai, Nomor: 450/978/Adm-Kesra‎, Tentang ‎Panduan takbir dan pelaksanan shalat idul fitri dimasa pandemi Covid-19 di kota Dumai, 

Kemudian, Mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 dan merujuk kepada Peraturan Walikota Dumai Nomor 34 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Dumai. 

Selanjutnya memperhatikan dengan sungguh-sungguh Perkembangan terkini penyebaran Covid-19 di Kota Dumai, dimana saat ini terdapat sebanyak 1496 ODP, 4 Orang PDP dan 18 orang positif dengan rincian 14 orang sembuh dan 4 orang masih dirawat.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam surat edaran itu, menghimbau  kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Muslim untuk memperhatikan beberapa hal sebagai berikut.

Pertama, Pemerintah Kota Dumai meniadakan Pawai takbir keliling pada malam Idul Fitri, Takbir dapat dilakukan secara terbatas oleh beberapa orang di dalam Masjid atau Mushola dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni dengan cara menjaga jarak dan menggunakan masker.

Pemerintah Kota Dumai tidak menyelenggarakan Shalat Idul Fitri baik dilapangan maupun di Masjid/Mushola dan menghimbau agar Shalat Sunnah Idul Fitri tersebut dilaksanakan dirumah masing-masing bersama keluarga inti, adapun tata cara pelaksanaan merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28 Tahun 2020 tentang panduan Kaifiat, takbir dan Shalat Idul Fitri saat pandemi Covid-19;

‎Selanjutnya, Meniadakan kegiatan open house / rumah terbuka baik dirumah Walikota, Wakil Walikota maupun Sekretaris Daerah Kota Dumai.

Kepada petugas Amil Zakat terutama yang berada di Masjid / Musholla diminta secara ketat menerapkan protokol kesehatan sehingga kemungkinan terjadinya penularan Covid-19 melalui barang yang diserahkan sedini mungkin dapat dihindari.

Camat, Lurah dan RT diminta berperan aktif dalam melakukan sosialisasi, pemantauan dan pengawasan terhadap efektifitas pelaksanaan ‎surat Edaran ini.

Menghimbau kepada masyarakat, khususnya kaum Muslimin untuk tetap menjaga jarak ( physical distancing) bila bertemu/ bersilaturrahmi, memperbanyak salam mengucapkan "Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh" dengan tanpa menjabat tangan, serta tetap menggunakan masker dan sering mencuci tangan.

‎Terakhir, dalam surat edaran tersebut, kepada Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat diharapkan ikut membantu Pemerintah Kota Dumai dalam memberi pencerahan kepada seluruh masyarakat karena sinergitas seluruh elemen yang ada dalam mengantisipasi penularan Covid-19 sangat menentukan keberhasilan ikhtiar kita semua agar wabah Covid-19 di Kota Dumai dapat segera diakhiri. (Sa)
T#g:
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 xnewss.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

Karir

RSS

Kontak