Hukrim

Terdakwa Penyeludup Puluhan Kilo Sabu Divonis Hukuman Seumur Hidup

redaksi
Sar
Keempat terdakwa saat menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Dumai.
Xnewss.com, Dumai - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Dumai akhirnya memvonis hukuman penjara seumur hidup terhadap empat terdakwa penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 50 kilogram dan 23.000 butir pil ekstasi, Kamis (13/02/2020) siang.


Dalam persidangan yang dipimpin hakim ketua Hendri Tobing didampingi hakim anggota Adiswarna Chainur Putra dan Muhammad Sacral Ritonga menilai para terdakwa Radianto alias Goplak, Hari Sutio alias Tio, Iwan Kurniawan bin Panglimo dan Abdul Roni Pasla Panjaitan terbukti melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat serta perbuatan melawan hukum.


Sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Majelis hakim memutuskan keempat terdakwa diganjar dengan hukuman penjara seumur hidup.


Para terdakwa didampingi penasehat hukumnya tertunduk lesu mendengarkan amar putusan majelis hakim. Menanggapi putusan tersebut, penasehat maupun JPU masing-masing mengambil sikap pikir-pikir sebelum memilih upaya hukum lainnya ataupun menerima putusan majelis hakim tersebut.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Dumai, Agung Nugroho usai persidangan mengatakan, bahwa sebagaimana amar putusan majelis hakim menilai para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat serta perbuatan melawan hukum menyeludupkan puluhan kilo sabu dan 23 ribu butir pil ekstasi.


"Sebelumnya, kita menuntut para terdakwa dengan hukuman mati, sesuai dengan pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," sebutnya.


Menanggapi putusan majelis hakim, Agung menyebutkan memilih pikir-pikir sembari berkoordinasi dengan pimpinannya untuk memutusan upaya hukum yang akan diambil atas putusan tersebut.


"Kita masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Kita juga akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk memilih upaya hukum lainnya," tukas Agung.


Sebelumnya, diketahui keempat terdakwa diamankan oleh pihak BNN (Badan Narkotika Nasional) Pusat dan Provinsi pada Mei 2019 lalu. Bersama pelaku petugas mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 50 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 23.000 butir yang sudah di kemas dalam jerigen di temukan petugas BNN didalam mobil putih merk Fortuner di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Dumai Timur.(Ry)

Penulis: redaksi