• Home
  • Hukrim
  • FKRT Bukit Nenas tuding PT. AA Rampas Lahan 347 Ha Milik Warga

FKRT Bukit Nenas tuding PT. AA Rampas Lahan 347 Ha Milik Warga

redaksi
Minggu, 18 Mar 2018 20:18
IST
Mislan Ketua FKRT Bukit Nenas.
Xnewss.com, Dumai - Penanaman pohon akasi oleh PT Arara Abadi di wilayah Bukit Tunggal, Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur, diduga merampas lahan warga seluas 347 hektar yang bisa di buktikan dengan surat kepemilikan tanah oleh Rukun Tetangga (RT) dan Lurah serta camat pada tahun 2004 lalu.

"Perusahaan tersebut berlindung di bawah SK Menteri Kehutanan No.67 Tahun 2007 untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikantonginya, semestinya mengelola tanaman bukan mesti merampas lahan warga setempat," kata Ketua Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Bukit Nenas Mislan kepada awak media, Minggu (18/03/2018) sore.

Dia mengatakan, ulah perusahaan ini membuat sejumlah masyarakat merasa tidak nyaman akhirnya melaporkan secara resmi kepada para ketua RT sekelurahan Bukit Nenas lalu dilanjutkan melalui kepemerintah Kota Dumai dan Propinsi Riau hingga ke Menteri Kehutanan Republik Indonesia.

Selain itu, kejadian ini juga telah dilaporkan ke Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat untuk mendapatkan perhatian sehingga perusahaan yang dikenal arogansi ini mendapatkan tindakan tegas sehingga warga setempat menjadi sejahtera.

"Tujuan laporan agar mendapatkan persetujuan penetapan areal lahan pertanian," jelasnya yang telah menghantui warga Bukit Nenas terutama kalangan kelompok tani yang lahannya dari 2007 telah di rampas PT Arara Abadi tanpa ada penyelesaian di lapangan hingga kini.

Menurutnya, jika telah mendapatkan kejelasan dari instansi terkait persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik, semua itu tiada lain untuk kepentingan masyarakat. Polemik terkait lahan ini juga telah dilaporkan ke pihak unsur pimpinan kecamatan, Polsek dan Koramil 02 Bukit Kapur dan Provinsi.

"Kami menilai bahwa penerbitan SK Menhut  untuk areal HTI itu bertentangan dengan Pendirian Kota Dumai sebagai wilayah mandiri tingkat Kota Madya setelah lepas dari darerah induk yakni Kabupaten Bengkalis, sebutnya hak itu bisa dilihat dari Peta daerah Kelurahan Bukit Nenas.

Dia menegaskan, masyarakat akan merampas kembali lahan yang diserobot pihak perusahaan mencapai 347 hektar itu jika tidak jelas sistem penyelesaian, baik dari pihak Perusahaan maupun Pemerintah. Namun pihaknya masih menunggu jawaban surat dari Pemerintah Kota Dumai maupun pihak Perusahaan.

Hal ini dilakukan, atas keluhan warga yang disampaikan kepihak Rukun Tetangga. Agar tidak menjadi gejolak sosial di kemudian hari, maka selaku yang dituakan, segera mengambil inisiatif, dengan mendudukan pihak perusahaan, Masarakat pemilik serta pemerintah Kota Dumai.(tim)
T#g:Dumai RiauHukrimMasyarakat Kota DumaiPemko DumaiPolres Dumai
Berita Terkait
  • Jumat, 20 Apr 2018 16:18

    Bukit Nenas Juara STQ Kecamatan Bukit Kapur

    Xnewss.com, Dumai - Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kecamatan Bukit Kapur resmi ditutup Rabu (18/04/2018) malam.  STQ Kecamatan Bukit Kapur ditutup langsung oleh Camat Syam

  • Jumat, 20 Apr 2018 11:53

    Heboh, Lantai Rumah Warga Mendadak Panas

    Xnewss.com, Dumai - Sepintas tidak ada yang aneh dengan rumah milik Jomah (70) yang tak jauh dari pagar kilang Pertamina, di Jalan Setia Bakti RT 05, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. Na

  • Jumat, 20 Apr 2018 11:28

    BNN Kota Dumai Ciduk Bandar Sabu

    Xnewss.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Dumai mengamankan seorang bandar narkotika berinisial He (38) warga Jalan Dock, Kecamatan Dumi Bart dan rekannya berinisial Ba warga Kecamatan Rupat, Ka

  • Kamis, 19 Apr 2018 21:35

    Kurir dan Boss Narkoba Diciduk Polsek Pangkalan Kuras

    Xnewss.com, Dumai - Dua pengedar narkoba berhasil diciduk tim Kepolisian Sektor Pangkalan Kuras, Senin (17/04/2018) sekira pukul 17.30 WIB. Selain dua tersangka, Polisi turut amankan barang bukti 2 pa

  • Kamis, 19 Apr 2018 17:19

    Satpol PP, Bongkar Stand di Taman Bukit Gelanggang

    Xnewss.com, Dumai - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan pembongkaran, terhadap puluhan tenda atau stand bazar tanpa izin di Taman Bukit Gelanggang (TBG) Kamis, (19/04/2018) siang. Puluhan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2018 xnewss.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak