Notice: Use of undefined constant kat - assumed 'kat' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 695

    Notice: Use of undefined constant title - assumed 'title' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 699

    Notice: Use of undefined constant alias - assumed 'alias' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 703

    Notice: Use of undefined constant Kategori - assumed 'Kategori' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 703

    Notice: Use of undefined constant Judul - assumed 'Judul' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 703
  • Home
  • Hukrim
  • Bea Cukai Gagalkan Penyeludupan 20 Ton Solar Ilegal Asal Singapura Bernilai Ratusan Juta

Bea Cukai Gagalkan Penyeludupan 20 Ton Solar Ilegal Asal Singapura Bernilai Ratusan Juta

redaksi
Kamis, 04 Jun 2020 19:41
Boy
Kapal tugboat Pioneer Conqueror dan KM Samudra diamankan Bea Cukai Kepri setelah kedapatan melakukan aktifitas ilegal.
Xnewss.com, Karimun - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri menggagalkan upaya penyeludupan solar ilegal asal Singapura pada, Rabu (03/06/2020).

Dua sarana Kapal yakni Tugboat Pioneer Conqueror berbendera Singapura dan KM Samudra berbendera Indonesia diamankan saat tengah melakukan aktivitas ilegal penyulingan 20 ton Solar High Speed Diesel (HSD) secara ship- to-ship di perairan Batu Aji, Kota Batam.

Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto mengatakan, saat mengetahui aktivitas penyeludupan barang impor tersebut petugas langsung melakukan penyergapan.

"Penyelundupan barang impor tersebut berhasil digagalkan oleh sinergi Bea Cukai Kepulauan Riau dan Bea Cukai Batam," kata Agus melalui rilisnya, Kamis (04/06/2020).

Diketahui, nilai materil dari muatan tersebut sebesar Rp 249.860.877,4, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 31.232.609,69.
Aktivitas ilegal pindah muatan yang dilakukan kedua sarana pengangkut tersebut diluar kawasan pabean tanpa mengantongi izin resmi.

Agus menjelaskan, kegiatan itu terbukti melanggar Undang-undang (UU) No. 17 Tahun 2006 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan pasal 102 huruf f.

"Itu karena melakukan bongkar muat barang impor di luar kawasan pabean tanpa dilindungi dengan dokumen pabean," jelasnya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, kedua sarana pengangkut tersebut saat ini sudah ditarik ke Dermaga Kanwil DJBC Kepri. "Saat ini sedang dalam proses penyidikan," tutup Agus. (G/Baron)
T#g:
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2020 xnewss.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

Karir

RSS

Kontak