Pojok BPJS

Tinjau Pelaksanaan Program JKN KIS Melalui Forum Kemitraan Semester II 2018 di Meranti

redaksi
Ist

Xnewss.com, Meranti - Memasuki akhir Semester II pada Tahun 2018 ini BPJS Kesehatan melakukan Forum Kemitraan Semester II 2018 di Kabupaten Kepulauan Meranti. Overview program JKN KIS dan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi tajuk utama dalam pertemuan kali ini. 


Kegiatan kali ini dihadiri oleh pihak yang berkepentingan seperti, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Direktur RSUD Meranti dan perwakilan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).


Program yang telah berjalan sejak tahun 2014 ini telah merangkul peserta sebanyak 203.284.896 jiwa (78.19%) terhitung per tanggal 1 Oktober 2018 dan akan terus bergerak hingga mencapai UHC 100% populasi yang ada di Indonesia ini. Indeks kepuasan peserta yang semula berada pada angka 75% kini telah mencapai angka 79,5% dan terus dikelola secara terbuka, efisien, dan akuntabel.


"Pada saat ini data yang tercatat di BPJS Kesehatan sebanyak 159.592 penduduk Kab. Kep. Meranti telah menjadi peserta JKN KIS, yaitu sekitar 75.14% dari jumlah penduduk," terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Dumai Nora Duita Manurung.


Perwakilan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga turut serta memberikan tanggapan, yaitu dari total penduduk yang tercatat di BPJS Kesehatan sebenarnya terdapat selisih jumlah penduduk yang mana tercatat pada data Disdukcapil hanya sebanyak 207.027 jiwa dan tentunya jika disesuaikan dengan data ini persentase kepesertaan JKN KIS menjadi meningkat. 


Untuk hal tersebut BPJS Kesehatan akan melakukan koordinasi secara bersurat ke Disdukcapil Meranti agar terjadi juga validasi atas NIK yang bermasalah pada peserta JKN KIS.


Dari segi pelayanan kesehatan, sampai saat ini telah terdaftar FKTP yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Dumai untuk wilayah Meranti, yaitu sebanyak 11 FKTP dari sektor Puskesmas dan Dokter Praktik Perorangan. Sementara pada fasilitas kesehatan lain, terdapat satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) dan satu apotek rujuk balik. Akhir-akhir ini tercatat Rasio Rujukan Nonspesialistik meningkat di Meranti sejak bulan Juli hingga September hingga perlu menjadi perhatian khusus dalam hal pelayanan pada tingkat pertama.


"Untuk mengatasi hal ini, tentunya perlu pemaksimalan fungsi dan mutu pelayanan di FKTP sehingga kasus seperti ini dapat teratasi. Jika pelayanan di tingkat pertama maksimal maka angka rujukan non spesialistik akan stabil dan menurun dan tentunya hal itu akan menandakan manfaat pelayanan di tingkat pertama sudah berjalan sebagaimana mestinya," terang Sekretaris Dinas Kesehatan Meranti Asrul Meldi.


Dari diskusi yang telah terjadi pada forum tersebut BPJS Kesehatan sangat mengharapkan bantuan dan kerjasama dari setiap pihak untuk menyukseskan program JKN KIS ini. Dimulai dari pemaksimalan kepesertaan JKN KIS yang harus dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, pelayanan yang bermutu dan maksimal oleh para pemberi pelayanan kesehatan, hingga kebijakan Pemerintah Daerah dalam pengoptimalan kepesertaan JKN KIS dari sektor PBI-APBD. (Red)

Penulis: redaksi