Peristiwa

Warga Bukit Abas Keluhkan Galian C Dan Limbah, Camat Bukit Kapur Janji Tindak Tegas Pelaku

Mass Arie
Camat Bukit Kapur Tinjau Galian C Dan Tumpukan LIMBAH Tol di RT 18 Bukit Kayu Kapur
Xnewss.com, Dumai -  Munculnya keluhan masyarakat RT 18 Bukit Kayu Kapur 

, soal aktivitas galian tanah atau dikenal dengan galian C,  begitu juga dengan limbah yang mengenangi perkebunan sawit  warga yang semakin meresahkan, ditanggapi Pemerintah Kota Dumai melalui Camat Bukit Kapur Agus Gunawan Ssos.


Camat berjanji pada masyarakat saat turun meninjau dan melihat langsung kondisi  lapangan lokasi galian C di RT18 Bukit Abas,  Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kamis (02/07/2020)  segera menindak lanjuti keluhan masyarakat ini. 


Peninjauan ke lapangan ini penting dilakukan untuk memastikan keluhan warga. Di lihat dari hasil peninjauan keluhan warga ini benar benar memperhatikan. Camat Bukit Kapur ini  berjanji akan mengambil sikap untuk menentukan apakah galian C itu tetap beroperasi atau tidak.


Karena itu, sebelum mengambil langkah, akan berkoordinasi dan menurunkan Intansi terkait dari provinsi agar  melihat langsung kondisi di lapangan. Agus menyatakan, kemungkinan pekan depan akan mengundang pihak yang berwenang dibidang galian C ini. 


“Saya hari ini,  Kamis (2/7/2020) mendapat laporan warga,  langsung turun melakukan peninjauan. Kalau dilihat dari kasat mata,  bekas galian C ini memang membahayakan bagi masyarakat,  apa lagi tidak jauh dari pemungkiman.  Maka akan saya hentikan bila tidak mengantongi izin,  dan terbukti menjalahi aturan yang berlaku. Namun untuk memastikannya, perlu turun ke lapangan, intansi terkait yakni Dinas  ESDM provinsi Riau,  ” janji Camat Bukit Kapur Agus Gunawan kepada Xnewss. Com,  saat turun lapangan. 


“ Saya akan  tinjau ulang lahan, bersama instansi terkait.  Boleh gak bolehnya  beroperasi tergantung intansi yang menaungi masalah ini. Dengan harapan ke depan tidak ada lagi izin terbit untuk galian C di daerah pemungkiman,” tandas Agus. 


Sementara itu, Ketua Ikatan Pemuda Setempat Bukit Abas Rollis mengakui  keluhan warga RT 18 sesuai yang di sampaikan Ketua RT-nya  Bukit Kayu Kapur ini akibat aktivitas perluasan galian pasir dan tanah yang mendekati permukiman dimana tanahnya di gunakan untuk aktifitas penimbunan Jalan Tol oleh subkon PT HKI. 


Rollis  juga menyampaikan hal serupa. Ia belum mengetahui persis perusahaan yang beroperasi,  persoalan galian tambang pasir dan tanah timbun yang mendekati permukiman warga Bukit Abas ini. 


“Semoga Pemerintah terkait bisa menindaklanjuti. Permasalahan Ini harus segera ditindaklanjuti, kan ada aturan-aturannya juga jarak berapa meter lokasi galian dengan permukiman warga, jangan sudah ada korban baru sibuk, "katanya.


Sebagai pemuda setempat,  Rollis berharap agar keluhan warga  dapat segera diselesaikan segera mungkin. Sebab, hal itu menyangkut kepentingan masyarakat banyak khususnya warga Bukit Abas Kecamatan Bukit Kapur. 


“Saya inginnya permasalahan ini bisa selesai secepatnya. Jangan sampai nanti masyarakat yang dirugikan. Kemudian juga apakah benar penambangan ini sudah punya izin,  Ini yang harus dicek dulu oleh pemerintah Kota Dumai, ” ungkapnya. 


Ketua RT 18 Bukit Kayu Kapur Sari,  bahwa dirinya sudah berapa kali menghentikan operasi ini,  tapi selalu bersentuhan dengan oknum oknum yang mencari keuntungan dari penderitaan masyarakat,  maka semua permasalahan ini berharap di selesaikan oleh pemerintah kota Dumai,  terutama camat Bukit Kapur. (xn5

Penulis: Xn5

Editor: Sar