Notice: Use of undefined constant kat - assumed 'kat' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 695

    Notice: Use of undefined constant title - assumed 'title' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 699

    Notice: Use of undefined constant alias - assumed 'alias' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 703

    Notice: Use of undefined constant Kategori - assumed 'Kategori' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 703

    Notice: Use of undefined constant Judul - assumed 'Judul' in /home/u7391150/public_html/xnewss/include/fungsi.php on line 703
  • Home
  • Peristiwa
  • Mengaku Nikah Sirih, Dua Pasang Penghuni Kos Terjaring Operasi Yustisi

Mengaku Nikah Sirih, Dua Pasang Penghuni Kos Terjaring Operasi Yustisi

redaksi
Senin, 04 Nov 2019 18:09
Sar
Tim gabungan menjaring muda mudi disebuah kos kosan saat menggelar razia Yustisi.
Xnewss.com, Dumai - Hari pertama pelaksanaan Operasi Yustisi di Kota Dumai, Senin (04/11/2019). Tim Gabungan berhasil menjaring sejumlah pemuda dan pemudi berduaan didalam kos-kosan tanpa mengantongi surah nikah dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Bahkan, untuk mengelabui petugas adanya yang mengaku bahwa dirinya bersama pasangan sudah menikah siri. Namun tetap digiring petugas, karena mereka tidak dapat menujukkan kartu identitas mereka.

Panyisiran petugas berawal di Indokost yang terletak di Jalan Sudirman, petugas berhasil menemukan dua wanita kartu tanpa identitas terpaksa digiring petugas. Sasaran kedua tim gabungan mendatangi kos-kosan di Jalan Berembang, Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota.

Disana, petugas tidak menemukan apa-apa. Belum puas, penyisiran dilanjutkan di kos-kosan tanpa nama di Jalan Semangka, tepatnya di depan SDN 001, Kelurahan Rimba Sekampung, tim gabungan menemukan dua pasangan pemuda-pemudi berduaan didalam kamar tanpa mengantongi surat nikah dan KTP, bahkan ada yang mengaku sudah menikah siri untuk lepas dari operasi yustisi tersebut.

"Kami sudah nikah siri pak," ujar seorang wanita ketika dimintai petugas untuk menunjukkan KTP.

Dikarenakan tidak bisa menujukkan kartu identitasnya, dua pasangan pemuda-pemudi dan seorang pria terpaksa digiring petugas untuk menjalani persidangan atas pelanggaran yang mereka lakukan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Dumai, Bambang Wardoyo mengatakan, Operasi Yustisi ini akan berlangsung selama empat hari kedepan, dimulai 4 hingga 7 November 2019 mendatang.

"Sasaran utama operasi ini yaitu, jalan raya, kos-kosan dan hotel kelas melati serta wisma yang terdapat di Kota Dumai untuk dilakukan pemeriksaan KTP," ucap Bambang Wardoyo disela-sela kegiatan.

Dijelaskannya, untuk operasi terdapat tiga regu yang diturunkan, dimana masing-masing regu menyisir pengguna jalan, kos-kosan dan wisma atau hotel kelas melati di Kota Dumai. "Untuk regu pengguna jalan raya, ada 13 orang yang terjaring, terdiri dari 4 pria dan 9 wanita yang tidak membawa KTP," sebutnya.

Masyarakat yang terjaring kata Bambang, nantinya akan mengikuti persidangan dengan denda maksimal Rp 50 ribu bagi mereka yang tidak membawa atau mempunyai kartu identitasnya.

"Operasi ini lebih mengedepankan kesadaran masyarakat untuk selalu membawa KTP ketika beraktivitas diluar rumah. Untuk itu kita imbau masyarakat agar membawa kartu identitasnya, sebab lokasi operasi akan dilaksanakan berpindah tempat," imbuhnya seraya mengingat masyarakat untuk selalu membawa kartu identitas ketik beraktivitas diluar rumah.(Ry)
T#g:
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2019 xnewss.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

Karir

RSS

Kontak